logo Kompas.id
Gaya HidupGastronomi Nusantara: Resep dan Perjalanan Cita Rasa

Gastronomi Nusantara: Resep dan Perjalanan Cita Rasa

Serat Centhini menjadi semacam jembatan untuk meniti cita rasa baru yang kelak pada pertengahan abad ke-19 mulai dibakukan dalam buku-buku masak.

Oleh
MELATI MEWANGI
· 1 menit baca

Tak sedikit jenis kuliner Nusantara yang populer hingga berbagai pelosok dunia. Tentu dengan varian resep, bahan, nama, dan rasa yang khas. Masakan-masakan itu sebisa mungkin dibuat dengan cara dan resep asli seperti di tempat asalnya. Di sisi lain, kekhawatiran pada lenyapnya sejumlah masakan daerah karena ketiadaan generasi penerus yang bisa menghidangkannya ternyata bisa membuat hati menjadi masygul.

Kegelisahan itu tidak hanya dirasakan penikmat kuliner, tetapi sekaligus mempertanyakan bagaimana perjalanan rasa di masa depan. Apakah kita masih bisa menemukan dan merasakan kelezatan resep masakan asli tersebut beberapa tahun nanti?

Saat berkunjung ke suatu restoran atau rumah makan yang legendaris, coba perhatikan tembok sekeliling restoran. Adakah foto pemilik atau kondisi restoran pada zaman awal pembukaan restoran yang dipajang di sana? Jika iya, dokumentasi tersebut memang lumrah ada. Eksistensinya di zaman sekarang seolah menjadi penanda jejak panjang restoran yang mampu bertahan seiring perkembangan waktu. Asam-manis-pahit peristiwa rasanya pernah dilalui.

Editor:
Sarie Febriane
Bagikan