logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊPerlu Ada Kesepahaman Petani...
Iklan

Perlu Ada Kesepahaman Petani dalam Membangun Korporasi

Situasi sekarang dan ke depan, petani dituntut untuk meningkatkan skala usaha sehingga tak bisa hanya mengandalkan usaha individu. Namun, pendampingan yang kuat kepada mereka amat diperlukan.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
Β· 1 menit baca
Presiden Joko Widodo dan Nyonya Iriana menanam bawang merah di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Selasa (14/12/2021).
AGUS SUPARTO

Presiden Joko Widodo dan Nyonya Iriana menanam bawang merah di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Selasa (14/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS β€” Korporasi petani yang beberapa kali digaungkan Presiden Joko Widodo hingga kini dinilai belum berjalan optimal. Masih ada sejumlah kendala, di antaranya, ialah belum adanya kesepahaman dari petani sehingga diperlukan pendampingan yang kuat. Kelembagaan ekonomi petani juga perlu dibenahi lebih dulu.

Keinginan mendorong korporasi petani sudah muncul sejak 2017. Presiden Joko Widodo pada 2019 dan 2020 menggelar rapat terbatas tentang Korporasi Petani dan Nelayan dalam rangka mewujudkan transformasi ekonomi. Namun, upaya itu dirasa belum optimal dalam pelaksanaannya (Kompas, 7 Oktober 2020).

Editor:
MUHAMMAD FAJAR MARTA
Bagikan