logo Kompas.id
EkonomiRencana Pertamina Impor Minyak...

Rencana Pertamina Impor Minyak Rusia Dapat Lampu Hijau

Pertamina berencana membeli minyak mentah dari Rusia. Langkah ini sudah melalui koordinasi dengan Kementerikan Luar Negeri dan Bank Indonesia.

Oleh
KRIS MADA, MEDIANA
· 1 menit baca
Dalam foto diambil pada 19 September 2018 ini, Presiden Rusia Vladimir Putin melihat melalui teleskop senapan <i>sniper</i> Chukavin (SVC-380) dalam kunjungan ke Taman Patriot militer di Kubinka, di luar Moskow. Dua puluh tahun yang lalu, Presiden Rusia Boris Yeltsin menunjuk perdana menteri keempat dalam waktu kurang dari 18 bulan, yakni Vladimir Putin, yang saat itu adalah Kepala keamanan yang relatif tidak dikenal di dunia politik.
AFP/SPUTNIK/ALEXEY NIKOLSKY

Dalam foto diambil pada 19 September 2018 ini, Presiden Rusia Vladimir Putin melihat melalui teleskop senapan sniper Chukavin (SVC-380) dalam kunjungan ke Taman Patriot militer di Kubinka, di luar Moskow. Dua puluh tahun yang lalu, Presiden Rusia Boris Yeltsin menunjuk perdana menteri keempat dalam waktu kurang dari 18 bulan, yakni Vladimir Putin, yang saat itu adalah Kepala keamanan yang relatif tidak dikenal di dunia politik.

JAKARTA, KOMPAS - Indonesia berpegang teguh pada peraturan internasional di tengah sanksi sepihak yang digelontorkan Amerika Serikat dan sekutunya pada Rusia. Dengan demikian, Indonesia bebas menjalin kerja sama ekonomi dan bidang lainnya dengan negara mana pun sesuai kepentingan strategis nasional.

"Selama ini, Indonesia hanya menjalankan sanksi yang diatur DK (Dewan Keamanan) PBB. Indonesia tidak pernah mengikuti ajakan sanksi yang diberlakukan unilateral oleh pihak tertentu," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menjawab pertanyaan wartawan dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Editor:
FX LAKSANA AGUNG SAPUTRA
Bagikan