logo Kompas.id
EkonomiCantrang Dilegalkan Lagi, Nelayan Natuna Semakin Merana

Cantrang Dilegalkan Lagi, Nelayan Natuna Semakin Merana

Sepanjang 2020, nelayan di Natuna tenggelam dalam konflik dengan kapal pukat dari luar dan dalam negeri. Kembali dilegalkannya cantrang dinilai ada hubungannya dengan rencana pemerintah membuka akses bagi kapal asing.

Oleh PANDU WIYOGA
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Anak-anak bermain di dermaga di Desa Pengadah, Kecamatan Bung Timur Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

BATAM, KOMPAS — Sepanjang 2020, nelayan tradisional di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, tenggelam dalam konflik dengan kapal pukat dari luar dan dalam negeri. Munculnya peraturan baru yang melegalkan cantrang dinilai ada hubungannya dengan rencana pemerintah membuka akses penangkapan ikan oleh kapal asing.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri, Selasa (15/12/2020), mengatakan, nelayan setempat menolak penggunaan pukat karena merusak ekosistem laut. Mereka khawatir penggunaan pukat akan menyebabkan penangkapan ikan yang berlebihan di perairan Natuna dan sekitarnya.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Agnes Swetta Pandia
Memuat data..