logo Kompas.id
Di Balik BeritaMengejar WNI dari Wuhan

Mengejar WNI dari Wuhan

”Bang, kalau liputan perang atau bencana itu kelihatan bahayanya. Kalau ini kan virusnya enggak kelihatan. Jadi malah lebih ngeri. Gua paling enggak suka tugas beginian,” kata seorang wartawan.

Oleh
Pandu Wiyoga dan Deonisia Arlinta GD
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/PRIYOMBODO

Hamparan batu granit di kawasan wisata Alif Stone Park di Sepempang, Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang tutup, Rabu (5/2/2020).

Dua wartawan Kompas, Pandu Wiyoga dan Deonisia Arlinta Graceca Dewi, ditugaskan meliput kepulangan warga negara Indonesia dari Wuhan, China, terkait wabah virus korona tipe baru (Covid-19). Pandu harus pergi ke Pulau Natuna, sedangkan Deonisia berjaga di Jakarta meliput para WNI yang datang dari Natuna.

Meliput observasi 238 orang yang dievakuasi dari Wuhan, China, ke Natuna, Kepulauan Riau, jadi salah satu ujian yang suka tidak suka harus dihadapi. Takut, ragu, dan cemas sudah pasti membayang terus di kepala. Namun, sebagai wartawan, saya sadar tanggung jawab itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

Editor:
Sri Rejeki
Bagikan