logo Kompas.ID

Di Balik Berita

Memuat data...

Sepanjang perjalanan tugas, saya sering bertemu dengan orang-orang baik hati yang memberikan ruang hidupnya untuk saya singgahi. Tak jarang, orang-orang itu berada dalam posisi sebagai korban bencana.

Memuat data...

Wartawati ”Kompas”, Kurnia Yunita Rahayu, secara mendadak harus menjadi wali wisuda bagi seorang mahasiswi yang menjadi rekan sekamarnya di Menara 9 Wisma Atlet Pademangan, tempat isolasi penderita Covid-19.

Memuat data...

Di saat orang lain menjauhi tempat-tempat yang berpotensi menularkan Covid-19, kami justru harus mendekatinya sebagai bahan laporan kepada pembaca. Mendapat vaksin Covid-19 menurunkan risiko kami tertular dan menulari.

Memuat data...

Karena kerja jurnalistik pertama-tama adalah pekerjaan tangan dan kaki, kehati-hatian menjaga gerak fisik sangat diperlukan. Pemahaman ini yang saya sadari ketika meliput bencana longsor di Bukit Segebruk, Magelang.

Memuat data...

Meliput di medan yang tak biasa, persiapan tak hanya soal materi penunjang berita. Informasi seperti cara menggunakan toilet juga penting agar tak dilanda kepanikan dan terjebak satu jam memandangi kloset.

Memuat data...

Rupanya sejak tadi bapak itu mengira saya ”anak baru” di lokalisasi Tretes yang kabur, karena melihat kondisi saya yang kucel, rambut awut-awutan, dan kaki hanya bersandal jepit dengan luka di beberapa tempat.

Memuat data...

Pukul 18.00 muncul suara riuh dari lembah. Tim berhasil menangkap Tora, harimau Benggala yang lepas dari kandang dan menerkam penjaga hingga tewas. Sementara Eka, harimau lain yang juga lepas, terpaksa ditembak mati.

Memuat data...

Meliput di daerah bencana, seperti gempa Majene dan Mamuju, mempertemukan saya dengan orang-orang berhati mulia yang tegar dan tak kehilangan semangat untuk tetap saling menolong dan menguatkan di tengah situasi sulit.

Memuat data...

Penjaga pos perbatasan berlari-lari sambil berteriak. Senjata laras panjang siaga di tangan dengan moncong terarah ke depan. Betapa sulitnya wartawan masuk ke Myanmar tahun 2007-2008, saat junta militer masih berkuasa.

Memuat data...

Muhaimin, Tabroni, Farhan, Pak Ustaz, dan Mama Waty adalah orang-orang yang membuka hati dan tangannya lebar-lebar saat bencana menghampiri. Mengingat ini, hati saya menjadi hangat. Merekalah para ”malaikat” penolong.

Halaman 1