logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

PK Ojong yang lahir seabad lalu mewariskan banyak hal ketika membesarkan ”Kompas”. Salah satunya, hobi koleksi di kalangan wartawan. Hobi ini tidak sekadar ”klangenan”, tapi sering kali mendukung pekerjaan.

Memuat data...

Integritas seorang PK Ojong diharapkan tetap abadi bersama harian ”Kompas”, bahkan melebihi kenangan bersama PK Ojong yang melampaui satu abad lamanya.

Memuat data...

On 25 July 2020, Petrus Kanisius Ojong, one of the founders of Kompas daily, would have been 100 years old. For those who know PK Ojong, he was not just a teacher, journalist, avid reader and lifelong learner.

Memuat data...

Hadisudjono Sastrosatomo, seorang dokter mata, mengenang PK Ojong sebagai wartawan muda yang mewawancara narasumber dengan gigih guna mengorek informasi terdalam. Kini, seabad kelahiran PK Ojong akan segera diperingati.

Memuat data...

25 Juli, seratus tahun lalu, PK Ojong lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat. Salah satu pendiri harian ”Kompas” ini meninggal pada 31 Mei 1980. Berikut foto-foto terkait PK Ojong.

Memuat data...

Bantuan PK Ojong tak pernah hanya dengan kata-kata, tetapi selalu disertai perbuatan. Ia bukan hanya wartawan dan insan pers, tetapi juga penyemai kemanusiaan yang punya kepedulian pada HAM, negara hukum, dan demokrasi.

Memuat data...

Sekalipun P.K. Ojong motor dan penggeraknya, namanya tidak tampil dalam Majalah Intisari maupun dalam Harian Kompas. Ia tidak mempunyai ambisi yang tidak sehat. Nama dan status tidak penting. Yang pokok baginya bekerja.

Memuat data...

PK Ojong (1920-1980), salah satu pendiri ”Kompas”, tak hanya seorang jurnalis, aktivis penegakan hukum, dan pebisnis. Dia juga kolektor seni dan membantu para seniman, termasuk dengan memberikan peralatan lukis.

Halaman 1