logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Peristiwa besar ekonomi tidak dapat digambarkan oleh narasi tunggal. Robert J Shiller mengungkapkan. kumpulan narasi dapat melengkapi atau memperkuat satu sama lain.

Memuat data...

Di masa yang masih merupakan bagian dari ”Zaman Akhir” ini, kejelian dan kewaspadaan untuk meramal tanda-tanda kekacauan dalam hidup bersama, termasuk di tengah pandemi ini, amat diperlukan.

Memuat data...

Shoshana Zuboff mengungkapkan kegelisahannya mengenai masa depan manusia di era digital yang membawa gejala kapitalisme pengawasan atau ”surveillance capitalism”.

Memuat data...

Arti penting karya Piketty mungkin bukan pada proposalnya, melainkan mimpi yang dibawanya: gairah akan keadilan, jiwa yang tak memandang suci kekayaan, sikap yang melawan, bukan menganggap wajar ketimpangan.

Memuat data...

Capaian kemajuan dunia pada abad ke-21 membuat Steven Pinker menyebut abad ini sebagai era pencerahan. Optimisme makin membaiknya dunia tersebut ditopang dari pencerahan nalar, sains, humanisme, dan kemajuan.

Memuat data...

Kehadiran teknologi digital tidak selalu menjadi ancaman pada bisnis arus utama. Joel Waldfogel menunjukkan sisi cerah iklim digital yang lebih demokratis dalam hal akses dan membuka peluang bisnis bagi banyak orang.

Memuat data...

Kurang tepat memandang sebuah fenomena dapat membuat kekeliruan dalam mengambil sikap. Melalui buku ini, Hans Rosling mengingatkan pentingnya berpikir kritis berdasarkan fakta.”Factfulness” adalah kuncinya.

Memuat data...

Mampu bertahan sebagai suatu negara dengan aneka latar belakang identitas sosial membuat perjalanan bangsa Indonesia ibarat mukjizat. Menurut Azyumardi Azra, keragaman itulah yang menjadi modal persatuan bangsa.

Memuat data...

Menghadapi situasi yang berat, seperti krisis ekonomi, dibutuhkan pemikiran ekonomi yang jernih. Kuncinya, menurut Banerjee dan Duflo, ketelitian menggunakan pemikiraan ekonomi disertai dengan kehati-hatian empiris.

Memuat data...

Buku yang berdasarkan disertasi ini secara kritis memaparkan fenomena representasi berita kemiskinan yang cenderung dominan-elitis yang justru meminggirkan suara kaum miskin.

Halaman 1