logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Harapan hadirnya Undang-Undangan Penghapusan Kekerasan Seksual yang berpihak pada korban kekerasan seksual terus disuarakan. DPR diharapkan membahas dan mengesahkan Rancangan UU Penghapusan Kekerasan Seksual tahun ini.

Memuat data...

Kekerasan seksual juga dialami para perempuan jurnalis. Namun, selama ini kasus-kasus kekerasaan seksual yang menimpa jurnalis tidak pernah terdengar karena para korban memilih diam dengan berbagai alasan.

Memuat data...

Upaya mewujudkan kesetaraan jender, perlindungan perempuan dan anak, hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah. Membangun Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak menjadi bagian dari hal tersebut.

Memuat data...

Perjuangan pekerja rumah tangga mendapat pengakuan dan perlindungan hukum dari negara terus mengalami jalan berliku. Lebih dari 17 tahun RUU Perlindungan PRT di tangan DPR. Tahun 2021 diharapkan ada kepastian RUU PPRT.

Memuat data...

Presiden Joko Widodo akhirnya menandatangani PP 70/2020 yang mengatur tentang kebiri kimia pemasangan alat pendeteksi elektronik bagi pelaku kekerasan seksual. Pengumuman PP ini mengundang pro dan kontra.

Memuat data...

Kekerasan berbasis jender daring menjadi salah satu ancaman yang dihadapi perempuan di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir. Namun, proses penegakan hukum sering kali belum berpihak kepada korban.

Memuat data...

Beban berlapis dialami para perempuan di Tanah Air sepanjang tahun 2020, terutama di masa pandemi Covid-19. Penguatan kapasitas dan membangun kesadaran kritisnya akan mencegah perempuan menjadi korban kekerasan.

Memuat data...

Kendati sudah berlangsung hingga 90 tahun, peringatan Hari Ibu masih sering dipandang sama seperti Mother’s Day yang dirayakan di dunia. Hari Ibu lahir dari gerakan perempuan sejak Kongres Perempuan I tahun 1928.

Memuat data...

Kekerasan berbasis jender daring yang mengintai perempuan dan anak-anak tidak bisa dibiarkan. Karena itu, sikap berhati-hati dan waspada perlu terus disampaikan kepada masyarakat agar tidak terjerat menjadi korban.

Memuat data...

Pandemi Covid-19 membuat akses masyarakat untuk berkomunikasi melalui media sosial semakin terbuka. Namun, ancaman kekerasan berbasis jender daring membayangi sejumlah perempuan, termasuk anak-anak.

Halaman 1