Kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Pascalaga Irene Kharisma dan ”Dewa Kipas”, catur menjadi virus baru yang menjangkiti masyarakat. Tiba-tiba, warga gemar bermain catur secara luring dan daring. Fenomena ini harus ditangkap agar lahir atlet catur baru.

Memuat data...

Fenomena Dewa Kipas jangan diabaikan. Apalagi masyarakat tengah antusias dengan catur. Maka itu, PB Percasi harus ambil momentum untuk memperkuat pembinaan catur nasional.

Memuat data...

Menjadi pecatur hebat butuh proses dan tempaan panjang, bukan hal yang dicapai instan. Itu dibuktikan WGM Irene Sukandar saat mengalahkan telak ”Dewa Kipas” alias Dadang Subur, 3-0. Akurasi mereka sangatlah jomplang.

Memuat data...

Pecatur nasional bersedia menggelar laga dwitarung dengan Dewa Kipas yang beritanya heboh dua pekan ini. Dengan adanya dwitarung, apalagi ditayangkan langsung, masyarakat akan lebih paham bagaimana kemampuan Dewa Kipas.

Memuat data...

Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia melakukan bedah data Dewa Kipas guna memastikan kualitas permainannya. Hasil menunjukkan, ada indikasi curang dalam permainannya di Chess.com, terutama mulai 22 Februari.

Memuat data...

Dugaan kecurangan ”Dewa Kipas” alias Dadang Subur wajib dibedah oleh pihak berkompeten. Tujuannya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat yang kini terbelah. Ini juga demi menjaga marwah dunia catur Indonesia.

Memuat data...

Warisan terbesar dari catur adalah bermain dengan kekuatan sendiri. ”Ini adalah permainan para kesatria,” kata Utut Adianto, Ketua Umum Percasi. Maka itu, pecatur wajib untuk jujur.

Memuat data...

Turnamen bertajuk Penabur Online Chess Festival itu diikuti 1.053 orang, mayoritas terdiri atas pelajar SD sampai SMA.

Memuat data...

Untuk menjaga keberlanjutan regenerasi dan prestasi pecatur Indonesia, Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah agar catur dikenal dan digemari lebih luas dari usia dini.

Memuat data...

Dalam catur, komputer manjadi salah satu alat bantu untuk menganalisis hasil pertandingan. Namun, terlalu bergantung pada teknologi atau komputer akan menjadi bumerang bagi perkembangan pecatur.

Halaman 1