logo kompas.id
Artikel dengan Tagar
Memuat data...

Tujuh tahun bekerja sebagai tenaga pemasaran, Achmad Syaugie (38) memutuskan berhenti demi menjadi pembuat konten. Jalan itu mengantarnya mencintai ondel-ondel Betawi.

Memuat data...

Berdasarkan PP Nomor 26 Tahun 2008, sempadan sungai merupakan kawasan lindung nasional. Aturan itu tak diindahkan pemerintah dengan membeton sempadan Ciliwung di Condet, Jakarta Timur, yang bisa merusak area setempat.

Memuat data...

Pemikiran masyarakat yang salah adalah ‘saya merasa sehat, pasti tidak akan tertular’ atau ‘tetangga saya sering keluar rumah dan baik-baik saja, kok’.

Memuat data...

Ondel-ondel menjadi kesenian Betawi yang paling membekas di benak masyarakat. Hal ini tidak lepas dari kelumrahannya hadir di ruang-ruang publik. Eksistensinya tetap perlu dipertahankan.

Memuat data...

Karisma dan pamor sang legenda Benyamin Suaeb hingga kini tidak pernah pudar alias ”kagak ada matinye”. Sosoknya menjadi legenda, tidak saja bagi masyarakat Betawi, tetapi juga masyarakat Indonesia.

Memuat data...

Selama lima dekade Muslih menjadi guru silat beksi. Ia tidak hanya mengajarkan bela diri, tapi juga laku hidup seorang pesilat.

Memuat data...

Betawi content creator Yogie Ahmad, 38, uses his YouTube channel not only to introduce his audience to Betawi ondel ondel (giant Betawi effigies) but also to educate them and purify the art form.

Memuat data...

Times change and Betawi culture in Jakarta continues to survive in various ways. Not only does it stop at live stage performance, the preservation efforts are also conducted through a medium that is more contemporary

Memuat data...

Lenong terus bertransformasi agar tetap eksis. Meski beda dulu beda sekarang, kehadiran teater tradisional ini akan selalu dinanti.

Memuat data...

Abdul Aziz ingin menghadirkan kembali budaya Betawi dengan tidak mengikuti pakem. Salah satu upaya lainnya adalah mengajak anak muda bertukar pikiran. Dinamis dan terbuka adalah ciri Betawi.

Halaman 1