logo Kompas.id
UtamaPerubahan Perilaku, Kunci...

Perubahan Perilaku, Kunci Keberhasilan Diet Kantong Plastik

Perubahan perilaku baik dari sisi pedagang maupun pembeli menjadi kunci kesuksesan program diet kantong plastik yang dilaksanakan di dua pasar tradisional yaitu Pasar Tebet Barat dan Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan.

Oleh
Dian Dewi Purnamasari
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/8FaKrVrbisAlWjfWzrAShCu6l8Q=/1024x768/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F01%2F2c7fa7c0-ad9e-405c-96aa-e9832eac121d_jpg.jpg
KOMPAS/DIAN DEWI PURNAMASARI

Sejumlah pedagang di Pasar Tebet Barat sudah menyediakan alternatif kantong ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai pengganti kantong keresek, Rabu (22/1/2020). Mulai Juli 2020, Pemprov DKI akan melarang penggunaan kantong plastik keresek di pasar tradisional, pasar swalayan, dan toko modern.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan dan lembaga nirlaba yang mendampingi program pembatasan penggunaan kantong plastik berharap gerakan diet kantong plastik dapat efektif dan berkelanjutan. Di Jakarta Selatan, upaya pembatasan ini mulai diujicobakan, khususnya di Pasar Tebet Barat dan Pasar Tebet Timur mulai Rabu (22/1/2020).

Hampir 100 persen alat bungkus dalam aktivitas perdagangan di Pasar Tebet Barat didominasi kemasan plastik dan kantong plastik. Sebut saja undangan pernikahan yang ada di lantai basement menggunakan plastik sebagai kemasan. Kemudian di lantai I yang terdiri dari pedagang pangan, perabotan, ataupun tekstil juga menggunakan plastik dan keresek sebagai kemasan. Begitu pula di lantai II yang dihuni oleh sebuah pasar swalayan ternama. Plastik masih lekat dan sulit dipisahkan dari kebiasaan pedagang dan pembeli.

Editor:
nelitriana
Bagikan