logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊMendorong Keadilan dalam Upaya...
Iklan

Mendorong Keadilan dalam Upaya Mitigasi Krisis Iklim Global

Badan Meteorologi Dunia (WMO) menegaskan bahwa tahun 2022 sebagai tahun terpanas selama enam tahun terakhir. Diperkirakan tren pemanasan global akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.

Oleh
Yoesep budianto
Β· 6 menit baca
Penduduk desa berkumpul selama kunjungan Martin Griffiths, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, di Desa Lomoputh di Kenya bagian utara, 12 Mei 2022. Griffiths mengunjungi daerah tersebut untuk melihat dampak kekeringan yang menurut PBB adalah keadaan darurat kemanusiaan akibat iklim yang parah di tanduk Afrika.
AP PHOTO/BRIAN INGANGA

Penduduk desa berkumpul selama kunjungan Martin Griffiths, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, di Desa Lomoputh di Kenya bagian utara, 12 Mei 2022. Griffiths mengunjungi daerah tersebut untuk melihat dampak kekeringan yang menurut PBB adalah keadaan darurat kemanusiaan akibat iklim yang parah di tanduk Afrika.

Krisis iklim tidak hanya berefek pada degradasi kualitas lingkungan, tetapi turut berimbas pada ketidaksetaraan keadilan dan hak asasi manusia. Indikasinya terlihat dari ketidakmerataan dampak krisis iklim bagi negara kaya dan negara miskin serta demografi penduduk. Lantas, siapakah yang harus bertanggung jawab?

Badan Meteorologi Dunia (WMO) telah menegaskan bahwa tahun 2022 mencetak rekor sebagai tahun terpanas selama enam tahun terakhir. Catatan kenaikan suhu terpanas tersebut kian menguatkan bahwa perkiraan tren pemanasan global akan terus berlanjut hingga beberapa saat ke depan.

Editor:
BUDIAWAN SIDIK ARIFIANTO
Bagikan