logo Kompas.id
RisetSurveiBahu-membahu Lalui Lorong Pandemi

Bahu-membahu Lalui Lorong Pandemi

Jajak Pendapat Litbang Kompas menunjukkan 57,9 persen responden menilai solidaritas menguat di tengah lonjakan kasus positif Covid-19. Solidaritas membantu sesama menjadi modal bangsa melalui masa sulit selama pandemi.

Oleh Dedy Afrianto/Litbang Kompas
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Kesibukan sukarelawan saat menyiapkan masakan di dapur umum peduli Covid-19 di Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2021). Dapur umum yang didirikan oleh beberapa komunitas pada masa PPKM darurat tersebut menyiapkan makanan untuk membantu warga yang terdampak Covid-19 atau sedang menjalani isolasi mandiri.

Selama 17 bulan berhadapan dengan pandemi Covid-19, beragam upaya telah ditempuh pemerintah dan masyarakat untuk bertahan. Selama itu pula, solidaritas sosial tumbuh dan terawat di akar rumput sebagai wujud budaya gotong royong yang menjadi warisan turun-temurun bagi masyarakat Indonesia.

Wujud solidaritas sosial itu terus coba dirawat hingga kini. Hal ini terekam dalam jajak pendapat Litbang Kompas pada 3-6 Agustus 2021. Dibandingkan 2020, solidaritas sosial saat ini tetap terbentuk di tengah beragam kesulitan yang dihadapi masyarakat. Bahkan, sejumlah responden menilai solidaritas ini menguat di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 di sejumlah wilayah.

Editor: Madina Nusrat
Bagikan
Memuat data..