logo Kompas.id
Politik & Hukum”Reshuffle” Kabinet Jangan Hanya untuk Akomodasi Kepentingan

”Reshuffle” Kabinet Jangan Hanya untuk Akomodasi Kepentingan

”Reshuffle” kabinet jangan sekadar berorientasi mengakomodasi kepentingan pihak tertentu atau dengan pertimbangan politis semata. Harus mempertimbangkan pula kebutuhan pemerintah menuntaskan program-programnya.

Oleh RINI KUSTIASIH
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin berfoto bersama para calon menteri yang akan dilantik di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS — Pergantian atau pengisian posisi menteri idealnya tidak sekadar berorientasi mengakomodasi kepentingan pihak tertentu atau dengan pertimbangan politis semata. Namun, harus pula mempertimbangkan kebutuhan pemerintah dalam menuntaskan program-programnya.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik (Puskapol) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia Aditya Perdana, Selasa (20/4/2021), di Jakarta, menuturkan, setidaknya ada dua alasan pergantian menteri atau reshuffle dilakukan. Pertama, adanya kebutuhan pemerintahan akan kemampuan orang-orang tertentu dalam menjalankan roda pemerintahan. Kedua, adanya kebutuhan untuk mengakomodasi kepentingan politik di tubuh pemerintahan.

Editor: Antonius Ponco Anggoro
Bagikan