logo Kompas.id
OpiniBank Gagal di Era Uang Ketat
Iklan

Bank Gagal di Era Uang Ketat

Kewaspadaan penuh harus dilakukan, khususnya di sektor keuangan dan sektor usaha rintisan berbasis teknologi. Agar, kalaupun muncul kejutan, situasi fundamentalnya terjaga. Respons cepat juga diperlukan.

Oleh
A Prasetyantoko
· 4 menit baca
Seorang pekerja mengabarkan bahwa kantor pusat Silicon Valley Bank (SVB) tutup pada Jumat (10/3/2023) di Santa Clara, California.
AFP/JUSTIN SULLIVAN

Seorang pekerja mengabarkan bahwa kantor pusat Silicon Valley Bank (SVB) tutup pada Jumat (10/3/2023) di Santa Clara, California.

Penutupan Silicon Valley Bank oleh regulator California, Amerika Serikat, Jumat (10/3/2023), merupakan kebangkrutan perbankan terbesar sejak krisis finansial global 2008. Dengan total aset sebesar 209 miliar dollar AS, SVB merupakan tulang punggung pendanaan perusahaan rintisan berbasis teknologi.

Sinyal kepanikan pun menyebar ke pasar keuangan global, ditandai dengan koreksi harga saham sektor perbankan dan sektor industri berbasis teknologi. Kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) seakan bagian dari meredupnya inovasi (keuangan). Ini dimulai dengan kolapsnya harga aset kripto (Crypto Winter), gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor usaha rintisan (start-up) serta koreksi valuasi perusahaan berbasis teknologi.

Editor:
NUR HIDAYATI
Bagikan