logo Kompas.id
OpiniMembiayai Pendidikan Tinggi
Iklan

Membiayai Pendidikan Tinggi

Pekan lalu ”Kompas” menurunkan laporan bertema pembiayaan pendidikan tinggi. Kesenjangan kemampuan finansial orangtua untuk membiayai studi membesar.

Oleh
Redaksi
· 1 menit baca
Suasana Universitas Terbuka (UT) Periode I Wilayah 3, 2018/2019, di UT, Tangerang Selatan (27/11/2018). Sebanyak 2.100 mahasiswa UT program magister, sarjana, dan diploma diwisuda.
ERIKA KURNIA

Suasana Universitas Terbuka (UT) Periode I Wilayah 3, 2018/2019, di UT, Tangerang Selatan (27/11/2018). Sebanyak 2.100 mahasiswa UT program magister, sarjana, dan diploma diwisuda.

Sebelum laporan itu terbit, di kalangan pengelola pendidikan tinggi sudah terdengar kekhawatiran bahwa pandemi yang berlangsung lebih dari dua tahun telah mengikis kapasitas finansial orangtua sehingga susut pula kemampuan untuk mengirim anak-anak mereka ke perguruan tinggi.

Kekhawatiran di atas masuk akal. Namun, tidak sedikit pula universitas yang meluncurkan program empati untuk memberikan kesempatan kepada lulusan SMA untuk melanjutkan studi ke universitas melalui program beasiswa, serta keringanan pembiayaan uang masuk dan uang kuliah. Hal ini juga ditawarkan kepada mahasiswa yang sudah kuliah, tetapi di tengah jalan orangtua kesulitan untuk melanjutkan pembiayaan.

Editor:
ADI PRINANTYO
Bagikan