logo Kompas.id
OpiniIrawan Soejonostraat

Irawan Soejonostraat

Di situ ia menceritakan dua dari anak-anak keluarga Soejono dari Indonesia yang pada Perang Dunia II berdiri di pihak Belanda ikut melawan fasisme Jerman di Eropa sekaligus memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Oleh
Bre Redana
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/n611pTFrpcCylOsqoeMnwoq00M0=/1024x1914/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/12/20211204-Ilustrasi-Udarasa-Irawan-Soejono-Straat_CLR_1638541685.jpg

Teman baik Joss Wibisono menyelesaikan pendidikan master di Universitas Amsterdam dengan membahas soal fasisme dan genosida oleh Jerman pada tahun 1940-an. Saya gembira mendengarnya. Selain saya sendiri senantiasa mimpi sekolah lagi tapi tak kunjung kesampaian hingga kini, saya tertarik karena dia membahas fasisme—subyek yang entah mengapa kurang mendapat perhatian di Indonesia.

Subjudul tesisnya ”The Soejono family in the Dutch resistance during World War II and their struggle for independence of their home country”. Di situ ia menceritakan dua dari anak-anak keluarga Soejono dari Indonesia yang pada Perang Dunia II berdiri di pihak Belanda ikut melawan fasisme Jerman di Eropa, menyembunyikan orang-orang Yahudi dari kejaran tentara Jerman, sekaligus memperjuangkan agar Indonesia diberi kesempatan menentukan nasib sendiri lepas dari kolonialisasi Belanda.

Editor:
dahonofitrianto
Bagikan