logo Kompas.id
OpiniKolomMengapa Media Sosial Berbasis Suara Menjadi Tren?

Mengapa Media Sosial Berbasis Suara Menjadi Tren?

Kemunculan Clubhouse menjadi fenomena. Mengapa tren obrolan berbasis suara meningkat? Bagaimana model bisnis yang dikembangkan oleh mereka yang membangun platform itu?

Oleh Andreas Maryoto
· 1 menit baca
Memuat data...

Andreas Maryoto, wartawan senior Kompas

Clubhouse sejak pekan lalu mengharubiru para penggemar media sosial. Pengguna langsung bikin berbagai grup yang menjadi ruang untuk mengobrol. Benar-benar mengobrol dengan suara. Kita kemudian bertanya, mengapa tren obrolan berbasis suara meningkat? Bagaimana model bisnis yang dikembangkan oleh mereka yang membangun platform itu?

Tren penggunaan suara yang menggantikan teks sebenarnya sudah lama terjadi dan bukan muncul tahun ini saja. Pada 2018, sejumlah pengamat telah menyebutkan perubahan kebiasaan orang dari menyampaikan pesan lewat teks menjadi pesan lewat suara.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Prasetyo Eko
Memuat data..