logo Kompas.id
β€Ί
Olahragaβ€ΊUtopis Musim yang Panjang
Iklan

Utopis Musim yang Panjang

IBL musim 2022 bisa menjadi titik awal untuk membuat kompetisi yang lebih panjang pada musim depan. Kompetisi yang panjang dan berisi, tanpa jeda, diperlukan untuk mengasah kualitas para pemain basket.

Oleh
KELVIN HIANUSA
Β· 1 menit baca
Dua pemain veteran Satria Muda Pertamina Jakarta, Arki Wisnu (kanan) dan Hardianus Lakudu, merayakan keberhasilan timnya meraih gelar juara IBL 2022 di Arena C-Tra, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). Satria Muda mengalahkan Pelita Jaya di final lewat dua laga.
KELVIN HIANUSA

Dua pemain veteran Satria Muda Pertamina Jakarta, Arki Wisnu (kanan) dan Hardianus Lakudu, merayakan keberhasilan timnya meraih gelar juara IBL 2022 di Arena C-Tra, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). Satria Muda mengalahkan Pelita Jaya di final lewat dua laga.

Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2022, yang bergulir selama delapan bulan sejak Januari, baru saja berakhir. Musim yang panjang itu ideal jika dilihat dari durasi lama waktunya. Hanya saja, kompetisi ideal masih utopis.

Musim ini ditutup dengan kesuksesan Satria Muda Pertamina Jakarta di final. Dalam selebrasi juara di Arena C-Tra, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022), pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh, berkata penuh harap, ”Semoga musim depan pertandingan bertambah banyak.”

Editor:
YULVIANUS HARJONO
Bagikan