logo Kompas.id
NusantaraKasus DBD di Cirebon Tinggi,...

Kasus DBD di Cirebon Tinggi, 1.099 Terjangkit dan 8 Meninggal

Penyakit demam berdarah dengue mengancam warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dalam enam bulan terakhir kasus DBD mencapai 1.099 orang, delapan di antaranya meninggal dunia.

Oleh
ABDULLAH FIKRI ASHRI
· 1 menit baca
Petugas Puskesmas Pangkalan melakukan pengasapan atau <i>fogging </i>di permukiman Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/6/2022). Pengasapan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue.
KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRI

Petugas Puskesmas Pangkalan melakukan pengasapan atau fogging di permukiman Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/6/2022). Pengasapan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue.

CIREBON, KOMPAS — Kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencapai 1.099 kejadian dalam enam bulan terakhir. Bahkan, delapan orang di antaranya meninggal dunia. Dinas Kesehatan Cirebon memprediksi penularan demam berdarah masih akan terus terjadi seiring tingginya curah hujan dan belum optimalnya pemberantasan sarang nyamuk.

Hingga Kamis (23/6/2022), dinkes setempat mencatat 1.099 kasus demam berdarah dengue (DBD) dan 8 orang di antaranya, sebagian besar anak-anak, meninggal. Plumbon menjadi kecamatan dengan kejadian terbanyak, yakni 123 kasus dan 2 kematian, diikuti Plered (119 kasus), Weru (99 kasus), Palimanan (56 kasus), dan Tengah Tani (55 kasus).

Editor:
CORNELIUS HELMY HERLAMBANG
Bagikan