logo Kompas.id
NusantaraAceh Butuh Rencana Induk...

Aceh Butuh Rencana Induk Mitigasi Banjir

Mitigasi bencana Aceh masih rapuh. Selama ini mitigasi bencana jangka pendek atau berbasis proyek. Seharusnya mitigasi bencana harus didesain untuk kebutuhan jangka panjang. 

Oleh
ZULKARNAINI MASRY
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/Jo_Tg425rGbDJwGWyg5n61-b_9g=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F07%2FWhatsApp-Image-2021-07-07-at-12.55.55_1625653968.jpeg
DOKUMEN BPBA

Permukiman penduduk di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, terendam banjir, Selasa (6/7/2021). Banjir dipicu hujan lebat dan daya tampung air tanah yang melemah karena kerusakan alam.

BANDA ACEH, KOMPAS — Provinsi Aceh butuh master plan atau rencana induk mitigasi bencana banjir. Jika tidak ditangani secara menyeluruh, bencana banjir akan semakin sering dan intensitasnya menjadi jauh lebih besar.

Hal itu disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh Ahmad Shalihin dalam konferensi pers catatan akhir tahun, Kamis (30/12/2021), di Banda Aceh. Shalihin mengatakan, selama ini banjir ditangani secara reaktif, artinya saat terjadi banjir baru ada penanganan.

Editor:
Siwi Yunita
Bagikan