logo Kompas.id
NusantaraHarap-harap Cemas Pengembangan...

Harap-harap Cemas Pengembangan Miniatur Belanda di Semarang

Kota Lama Semarang telah selesai direvitalisasi dengan biaya hampir Rp 200 miliar. Ke depan, pengembangan dilakukan pada kawasan lain, yakni Kampung Melayu, Pecinan, dan Kauman. Pelibatan masyarakat dinilai masih kurang.

Oleh
ADITYA PUTRA PERDANA
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/4THgbsJz9I0O4eK3882NKaAY6v0=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2F2cebb115-b452-443e-a60b-77f9c4cd0691_jpg.jpg
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Dua warga berteduh di depan Gedung Marba di kawasan Kota Lama Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021). Pada 16-26 September 2021 digelar Festival Kota Lama Semarang 2021, yang sebagian besar acaranya dilangsungkan secara virtual karena masih pandemi Covid-19.

Bertahun-tahun bersolek, wajah Kota Lama Semarang banyak berubah. Dulu kusam, kini menawan. Namun, orientasi pengembangan masih mengundang kegelisahan. Mendatangkan banyak wisatawan atau mengutamakan pelestarian? Yang pasti, kaidah konservasi tak boleh terpinggirkan dan manusia di dalamnya jangan sampai terabaikan.

Angin sepoi menyelinap lewat pintu-pintu Gedung Soesmans Kantoor di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021) siang. Di dalam gedung itu berjajar belasan stan yang menjaja puluhan produk UMKM asal Jateng, dalam pameran bertajuk Festival Inovasi UMKM. Acara itu merupakan rangkaian Festival Kota Lama Semarang 2021.

Editor:
nelitriana
Bagikan