logo Kompas.id
NusantaraPembangunan Sarana Wisata di Jemplang TNBTS Harus Ikuti Kaidah Konservasi

Pembangunan Sarana Wisata di Jemplang TNBTS Harus Ikuti Kaidah Konservasi

Pembangunan wahana wisata dan sarana pendukung wisata di Jemplang, Malang, tetap harus memperhatikan kaidah karena lokasinya ada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Warga lokal juga berharap dilibatkan.

Oleh DEFRI WERDIONO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/DEFRI WERDIONO

Anak-anak Suku Tengger berada di daerah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaaten Malang, Jawa Timur, Agustus 2020, di sela-sela atraksi budaya dalam rangka pembukaan kembali obyek wisata Bromo setelah tutup selama beberapa waktu.

MALANG, KOMPAS — Meski berada di ruang usaha dalam zona pemanfaatan, pembangunan wahana dan sarana pendukung wisata di Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tetap harus memperhatikan kaidah konservasi. Ini mesti dilakukan karena lokasi wahana itu berada di kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Seperti diketahui, rencana pembangunan wahana di Jemplang menjadi perhatian khalayak. Bahkan, dalam akun Twitter resminya, Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur juga menyoroti rencana itu dengan mengatakan, taman nasional yang ditujukan untuk menjaga kawasan dan melindungi keanekaragaman hayati itu telah diubah.

Editor: Gregorius Magnus Finesso
Bagikan
Memuat data..