logo Kompas.id
NusantaraSekitar 64.000 Ton Gula Petani di Malang Menumpuk dan Belum Laku

Sekitar 64.000 Ton Gula Petani di Malang Menumpuk dan Belum Laku

Ada sekitar 64.000 ton gula petani menumpuk di Kabupaten Malang. Gula itu tidak terbeli oleh investor. Gula impor yang berlebihan dan konsumsi masyarakat yang turun selama pandemi diduga jadi penyebabnya.

Oleh DEFRI WERDIONO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/DEFRI WERDIONO

Seorang buruh tebang di daerah Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menaikkan tebu ke atas truk untuk selanjutnya dibawa ke pabrik gula, Oktober 2020.

MALANG, KOMPAS — Sekitar 64.000 ton gula petani di Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum laku meski musim giling tebu telah berakhir November 2020. Serapan pasar yang rendah dan derasnya gula impor diduga jadi penyebab utamanya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Malang Dwi Irianto mengatakan, stok gula di Pabrik Gula (PG) Krebet Baru sekitar 42.000 ton. Sementara di PG Kebonagung terdapat setidaknya 22.000 ton.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Cornelius Helmy Herlambang
Memuat data..