logo Kompas.id
MetropolitanDugaan Penyalahgunaan Dana Hibah, Kantor KONI Tangerang Selatan Digeledah

Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah, Kantor KONI Tangerang Selatan Digeledah

Penyidik Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan menggeledah Kantor KONI Tangerang Selatan atas dugaan kasus korupsi dana hibah pada 2019.

Oleh I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA
· 2 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA

Kantor Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Kamis (8/4/2021).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS — Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan menggeledah Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kota Tangerang Selatan, Kamis (8/4/2021). Penggeledahan untuk mencari dokumen asli terkait dengan perkara dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Tangsel tahun 2019 yang bernilai Rp 7,8 miliar.

Penggeledahan berlangsung sejak pukul 11.45 hingga 16.30. Kepala Seksi  Intelijen Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Kejari Tangsel) Ryan Anugrah menjelaskan, penyidik mendapatkan sejumlah barang bukti penting, antara lain 130 eksemplar dokumen. Dokumen-dokumen tersebut terdiri dari surat pertanggungjawaban penggunaan dana hibah, kuitansi, dan bukti bayar. Diamankan pula satu unit komputer.

”Penyidik Kejari Tangsel menyita sejumlah barang bukti tersebut untuk kepentingan pembuktian,” kata Ryan saat jumpa pers di Kantor Kejari Tangsel.

Baca juga: Terjerat Kasus Korupsi, Komisi B Minta Dana Pembelian Lahan PT Sarana Jaya Harus Kembali

Penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Tangsel bermula dari kecurigaan adanya kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan, tetapi dipertanggungjawabkan secara fiktif. Dari penghitungan sementara, kegiatan yang dipertanggungjawabkan secara fiktif senilai Rp 700 juta.

Dugaan lain adalah adanya pemotongan dana hibah dan perjalanan dinas fiktif ke tiga daerah kunjungan, yaitu Jawa Barat 1, Jawa Barat 2, dan Batam. Kendati demikian, Kejari Tangsel belum dapat menentukan indikasi jumlah kerugian negara dari kasus itu karena masih dalam penghitungan oleh Inspektorat Tangsel.

Dari hasil penggeledahan ada petunjuk baru. Ada beberapa hasil data yang kami peroleh. Dan, mungkin ada tempat-tempat lain yang akan kami lakukan (penggeledahan) untuk melengkapi dokumen-dokumen.

”Dari hasil penggeledahan ada petunjuk baru. Ada beberapa hasil data yang kami peroleh. Dan, mungkin ada tempat-tempat lain yang akan kami lakukan (penggeledahan) untuk melengkapi dokumen-dokumen,” ujar Ate Quesyini Ilyas, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tangsel.

Memuat data...
KOMPAS/I GUSTI AGUNG BAGUS ANGGA PUTRA

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan Ryan Anugrah (menunjuk barang bukti) dalam konferensi pers terkait penggeledahan Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan, Kamis (8/4/2021).

Ate menyampaikan, penyelidikan yang sedang dilakukan saat ini masih penyelidikan umum dan belum ada tersangka yang ditetapkan. Penetapan tersangka akan dilakukan setelah bukti-bukti yang diperlukan terkumpul dan telah melalui hasil ekspose kasus.

Sejauh ini ada 65 saksi yang diperiksa dari daerah-daerah kunjungan dinas KONI Tangsel. Sedangkan saksi dari pengurus cabang olahraga yang bernaung di bawah KONI Tangsel yang sudah diperiksa ada 45 orang. Dengan begitu, total ada 110 saksi yang telah menjalani pemeriksaan.

”Mungkin nanti setelah penyelidikan khusus baru kelihatan. Namun, sementara ini kami sudah lakukan. Kami sudah penyidikan. Tinggal mungkin ke depan kami lakukan penyidikan khusus dan siapa-siapa tersangkanya masih nanti,” ujar Ate.

Baca juga: Dirut Sarana Jaya Dinonaktifkan, DP Nol Rupiah Tetap Berjalan

Sebelumnya, Ketua KONI Tangsel Rita Juwita termasuk salah satu saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Tangsel. Ketika dikonfirmasi wartawan, Rita menyangkal ada tindak pidana dalam kasus penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Tangsel.

”Enggak ada. Isu doang. Enggak ada. Biarin orang ngomong apa. KONI baik-baik saja. Positif-positif saja kita mah olahraga,” katanya.

Editor: Neli Triana
Memuat data..