logo Kompas.id
MetropolitanDalam Sehari, Pelanggaran Protokol Kesehatan di DKI Melonjak Hampir 400 Persen

Dalam Sehari, Pelanggaran Protokol Kesehatan di DKI Melonjak Hampir 400 Persen

Angka pelanggaran protokol kesehatan dan laju kasus Covid-19 di Jakarta selama masa pembatasan tetap tinggi. DKI membuka kemungkinan merevisi Perda No 2/2020 untuk memasukkan aturan sanksi denda progresif.

Oleh
Helena F Nababan
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RIZA FATHONI

Sebagian pengunjung di pinggir lapangan Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (22/11/2020), belum tertib menggunakan masker. Kawasan Kota Tua kembali dibuka setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melonggarkan PSBB.

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang kembali memperpanjang kebijakan pembatasan sosial berskala besar bersamaan dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat jilid II pada 26 Januari hingga 8 Februari. Namun, angka pelanggaran dalam tiga hari terakhir justru bertambah sehingga Pemprov DKI membuka kemungkinan merevisi Peraturan Daerah tentang Covid-19 untuk bisa memasukkan denda progresif ke dalam perda.

Melalui keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta pada Senin (25/1/2021) hingga Rabu (27/1/2021), terungkap data pelanggaran terhadap protokol kesehatan terus naik. Data itu terlihat dari laporan penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Editor:
nelitriana
Bagikan