logo Kompas.id
InternasionalAustralia: AUKUS Bukan Pengkhianatan terhadap ASEAN

Australia: AUKUS Bukan Pengkhianatan terhadap ASEAN

Pemerintah Australia menilai, ada persepsi yang salah dalam membaca keberadaan pakta militer AUKUS. Australia menyadari, langkah menandatangani AUKUS tidak dipersepsikan ideal oleh banyak negara, terutama anggota ASEAN.

Oleh
Mahdi Muhammad
· 1 menit baca
Memuat data...
MASS COMMUNICATION SPECIALIST 1ST CLASS MICHAEL B. ZINGARO/U.S. NAVY VIA AP

Foto yang dirilis Angkatan Laut AS 13 September 2021 ini memperlihatkan kapal selam kelas Virginia, USS Illionis (SSN 786), merapat di Joint Base Pearl Harbor-Hickam. AS dan Inggris sepakat membantu Australia memiliki kapal selam berteknologi nuklir untuk menjaga keamanan Indo-Pasifik.

JAKARTA, KOMPAS — Dalam pandangan Pemerintah Australia, pakta militer AUKUS seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi ASEAN secara keseluruhan ataupun negara-negara di kawasan sebagai individu. Sebaliknya, AUKUS bisa menjadi jembatan untuk memenuhi keinginan negara-negara ASEAN mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka bagi siapa pun.

”AUKUS tidak memberikan dampak negatif bagi ASEAN. Kami membeli kapal selam bertenaga nuklir untuk menghadang China, bukan untuk mengancam Indonesia atau Malaysia. Saya tidak paham mengapa ada yang berpikir adanya AUKUS merupakan sebuah ancaman,” kata Malcom Davis, analis senior Australia Strategic Policy Institute, saat berbicara dalam seminar daring tentang AUKUS yang diselenggarakan The Habibie Center, Jumat (12/11/2021). Dua narasumber lain pada seminar yang membahas tema ”AUKUS: Balancing or Provoking” adalah dosen Universitas Pertahanan Letnan Kolonel Frega Wenas Inkiriwang dan dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Binus Curie Maharani Savitri.

Editor:
Fransisca Romana
Bagikan