logo Kompas.id
InternasionalAS: Serangan Drone di Kabul ”Kesalahan Tragis”

AS: Serangan Drone di Kabul ”Kesalahan Tragis”

Militer AS menerbitkan laporan tentang warga sipil yang tewas dalam operasinya di seluruh dunia. Namun, selama ini sangat jarang pejabat senior hingga menteri pertahanan meminta maaf secara pribadi.

Oleh BENNY D KOESTANTO
· 1 menit baca
Memuat data...
AP/PLANET LABS INC

Dalam foto satelit yang dirilis Planet Labs Inc, terlihat kompleks Bandara Internasional Kabul di Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). Dua ledakan bom terjadi di gerbang Bandara Kabul pada hari itu.

WASHINGTON, JUMAT — Departemen Pertahanan Amerika Serikat meminta maaf atas serangan yang dilakukan militernya melalui pesawat nirawak di Kabul yang menewaskan 10 warga sipil. Serangan yang dilakukan dua hari sebelum batas penarikan pasukan internasional dari Afghanistan berakhir itu diakui AS sebagai sebuah kesalahan tragis.

Pentagon mengungkapkan, serangan pada 29 Agustus 2021 itu menargetkan seorang pengebom bunuh diri dari kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS). Keberadaan NIIS menjadi ancaman bagi pasukan pimpinan AS di Afghanistan, khususnya di Bandara Internasional Kabul, saat mereka menyelesaikan tahap terakhir penarikan diri dari negara itu. AS awalnya berkeras bahwa pilihan serangan itu benar.

Editor: Fransisca Romana
Bagikan
Memuat data..