logo Kompas.id
β€Ί
Internasionalβ€ΊPenunjukan Dubes AS untuk...
Iklan

Penunjukan Dubes AS untuk China Tandai Pergeseran Paradigma Diplomasi

Presiden Joe Biden menunjuk diplomat veteran sebagai Dubes AS untuk China. AS ingin utusannya bisa memainkan peran lebih sentral dalam hubungan diplomatik kedua negara yang semakin retak.

Oleh
Mahdi Muhammad
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/1x7HLnpNAQAYx7Jo_aD0hjmKxY4=/1024x550/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2FTOPSHOT-US-CHINA-DIPLOMACY-STABILITY_95156786_1616199874.jpg
AFP/FREDERIC J BROWN

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken (kedua dari kanan) bergabung dengan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan (kanan) saat menghadapi Yang Jiechi (kedua dari kiri), Direktur Kantor Pusat Komisi Urusan Luar Negeri dan Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri China pada pembukaan pembicaraan AS-China di Hotel Captaik Cook, Alaska, 18 Maret 2021.

WASHINGTON, SABTU β€” Presiden Amerika Serikat Joe Biden menominasikan diplomat veteran AS, Nicholas Burns, sebagai Duta Besar AS untuk China. Jika usulan ini dikonfirmasi oleh Senat, Burns akan segera menuju China karena hubungan kedua negara tengah berada pada titik terendah selama beberapa dekade.

Nominasi Burns yang diumumkan oleh Gedung Putih, Jumat (20/8/2021), dibaca oleh banyak pihak sebagai pertanda bahwa pemerintahan Biden tengah mencari utusan untuk memainkan peran lebih sentral di dalam hubungan diplomatik kedua rival yang semakin retak. Selain itu, terpilihnya Burns, yang pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri tahun 2005-2008, menandai pergeseran, dari sebelumnya politisi dan bukan diplomat yang berpengalaman ke sosok yang memang mengetahui peran dan fungsinya dalam hubungan diplomasi.

Editor:
Fransisca Romana
Bagikan