logo Kompas.id
InternasionalWartawan di Afghanistan, Terjepit antara Aparat Pemerintahan dan Taliban

Wartawan di Afghanistan, Terjepit antara Aparat Pemerintahan dan Taliban

Ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis berdampak langsung pada media dan membuat pekerjaan mereka sangat berisiko.

Oleh Pascal S Bin Saju
· 1 menit baca
Memuat data...
AP PHOTO/DAVID GOLDMAN

Dua tentara Angkatan Darat AS melindungi rekannya yang terluka saat helikopter mendarat untuk mengevakuasi korban luka setelah kendaraan lapis baja mereka terkena ranjau di Lembah Tangi di Provinsi Wardak, Afghanistan, 19 Agustus 2009. Mulai Mei 2021, AS menarik seluruh anggota pasukannya dari Afghanistan dengan batas akhir 11 September 2021.

KABUL, KAMIS — Ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis di wilayah konflik Afghanistan menyulitkan perdamaian. Perdamaian dan koeksistensi damai yang diinginkan rakyat mustahil dijamin tanpa partisipasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk jika tanpa pers yang bebas dan independen.

Ancaman terbaru disampaikan kelompok Taliban dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (5/5/2021). Tekanan yang sama datang dari Direktorat Keamanan Nasional (NDS), sebuah badan intelijen negara, Afghanistan. Ancaman atau tekanan itu membuat pekerjaan profesional wartawan menjadi sulit.

Editor: Muhammad Samsul Hadi
Bagikan
Memuat data..