logo Kompas.id
InternasionalVaksin Covid-19 Barang Publik Global

Vaksin Covid-19 Barang Publik Global

Presiden Joko Widodo menyerukan kepada negara-negara Developing Eight atau D-8 untuk menolak nasionalisme vaksin. Ketersediaan dan keterjangkauan vaksin merupakan kunci keluar dari pandemi Covid-19.

Oleh NINA SUSILO
· 1 menit baca
Memuat data...
BPMI SEKRETARIAT PRESIDEN

Presiden Joko Widodo menghadiri KTT D-8 yang dilangsungkan secara virtual, Kamis (8/4/2021).

JAKARTA,KOMPAS — Vaksin Covid-19 semestinya menjadi barang publik global. Karenanya, semestinya tidak ada restriksi terhadap produksi dan distribusi vaksin.

Dorongan supaya dunia bersatu untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin untuk semua disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight atau D-8 yang dilangsungkan secara virtual, Kamis (8/4/2021) petang.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antonius Ponco Anggoro
Memuat data..