logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊPemahaman Baru tentang...
Iklan

Pemahaman Baru tentang Hubungan Genetik dengan Tinggi Badan

Studi terbaru yang melibatkan 5 juta orang memberikan info detail dan wawasan biologis baru tentang mengapa orang tinggi atau pendek.

Oleh
AHMAD ARIF
Β· 1 menit baca
Petugas PKK Desa Karangrau, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, mengukur tinggi badan anak balita, pertengahan Februari 2021.
WILIBRORDUS MEGANDIKA WICAKSONO

Petugas PKK Desa Karangrau, Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, mengukur tinggi badan anak balita, pertengahan Februari 2021.

JAKARTA, KOMPAS β€” Studi terbaru yang menggunakan DNA lebih dari 5 juta orang mengungkap tentang kaitan antara variasi genetik dengan perbedaan tinggi badan. Temuan penelitian ini dapat membantu dokter mengidentifikasi orang-orang yang tidak dapat mencapai ketinggian yang diprediksi secara genetik, yang kemudian dapat membantu diagnosis penyakit tersembunyi yang menghambat pertumbuhan atau kesehatan mereka.

Laporan penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada Rabu (12/10/2022) ini merupakan studi asosiasi genom terbesar. Riset menggunakan DNA lebih dari 5 juta orang dari 281 studi yang berkontribusi. Kajian ini membuka kesenjangan pengetahuan dalam memahami bagaimana perbedaan genetik berkaitan dengan perbedaan tinggi badan. Lebih dari 1 juta peserta penelitian ialah keturunan non-Eropa, meliputi Afrika, Asia Timur, Hispanik, atau Asia Selatan.

Editor:
ICHWAN SUSANTO
Bagikan