logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊRiset Kolaboratif Berdampak...
Iklan

Riset Kolaboratif Berdampak Positif bagi Penyandang Disabilitas

Selama ini, riset tentang disabilitas didominasi oleh peneliti nondisabilitas. Padahal, penyandang disabilitas memiliki pengetahuan dan pengalaman hidup yang mampu membantu dalam penelitian ini.

Oleh
PRADIPTA PANDU MUSTIKA
Β· 1 menit baca
Penyandang disabilitas beristirahat sejenak setelah mengikuti pawai di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/5).
KOMPAS/PRIYOMBODO

Penyandang disabilitas beristirahat sejenak setelah mengikuti pawai di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/5).

JAKARTA, KOMPAS β€” Riset kolaboratif yang melibatkan peneliti penyandang disabilitas dan nondisabilitas akan memberikan dampak positif bagi mereka. Upaya ini sekaligus dapat memberdayakan dan membangun kapasitas penyandang disabilitas secara langsung ataupun tidak langsung.

Ketua Jaringan Penelitian dan Advokasi Disabilitas Australia-Indonesia (Aidran) Indonesia Astoni Tsaputra menyatakan, pergerakan penyandang disabilitas berperan besar mengubah fokus pendekatan riset. Dengan pergerakan ini, penyandang disabilitas yang awalnya hanya dijadikan sebagai obyek penelitian kini mulai turut terlibat langsung dalam kegiatan riset.

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan