logo Kompas.id
โ€บ
Ekonomiโ€บBisnis E-Dagang yang Sedang...
Iklan

Bisnis E-Dagang yang Sedang Tidak Baik-baik Saja

Sektor perdagangan secara elektronik atau e-dagang yang sempat dielu-elukan akan punya prospek cerah kini sedang terpuruk. Perusahaan teknologi ini harus memikirkan cara agar bisa bertahan diri.

Oleh
MEDIANA
ยท 1 menit baca
Salah satu stan peserta Pameran Perdagangan Internasional Produk Kerajinan Indonesia (<i>Inacraft</i>) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu kembali digelar pada 23-27 Maret.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Salah satu stan peserta Pameran Perdagangan Internasional Produk Kerajinan Indonesia (Inacraft) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (23/3/2022). Setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19, salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu kembali digelar pada 23-27 Maret.

Shopee telah mengumumkan ada pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah karyawannya di Indonesia, China, dan Amerika Latin baru-baru ini. Sebelumnya, masih pada tahun 2022, Shopee sudah menutup kegiatan operasionalnya di beberapa negara, seperti India, Argentina, Chile, Meksiko, Kolombia, dan Perancis. Fenomena yang dialami Shopee menambah deretan perusahaan teknologi e-dagang yang harus mengalami tekanan ketidakpastian makro-ekonomi global ataupun kompetisi tidak sehat di industri tersebut.

Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira dalam pernyataan pers, Senin (19/9/2022), di Jakarta, menjelaskan, keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) itu merupakan langkah terakhir yang ditempuh perusahaan setelah ada penyesuaian kebijakan bisnis. Proses itu dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan dengan tambahan satu bulan gaji. Karyawan yang terdampak juga masih dapat memakai fasilitas asuransi kesehatan perusahaan hingga akhir tahun dengan seluruh manfaatnya.

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan