logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanPraktik Toleransi di Sekolah...

Praktik Toleransi di Sekolah Bisa Memanfaatkan Berbagai Aspek Layanan Pendidikan

Praktik toleransi di sekolah bisa masuk ke berbagai aspek layanan pendidikan. Model praktiknya pun dapat dibuat secara inovatif.

Oleh
Mediana
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/cD1Kp6WP6_7fTar6Ba4DpNsgKR8=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F02%2F614c1b80-92e4-41cd-83e0-e05cf692f049_jpg.jpg
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Aksi Barongsai Kilin yang dipentaskan dan dipertontonkan secara virtual dari halaman Wihara Dhanagun (Hok Tek Bio), Bogor, Jawa Barat, dalam rangka perayaan Cap Go Meh, Jumat (26/2/2021). Perayaan Cap Go Meh di masa pandemi kali ini dilakukan secara sederhana dan hanya disiarkan secara daring, tidak seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya yang diisi dengan arak-arakan meriah. Sejumlah tandu joli yang biasa diarak pun hanya disimpan di dalam wihara dan umat yang hendak berdoa di depan joli terbatas.

JAKARTA, KOMPAS — Toleransi terhadap keberagaman bisa dibiasakan melalui layanan pendidikan di sekolah. Praktik pembiasaan dapat masuk dari aspek kurikulum sampai rekrutmen guru dan tenaga kependidikan.

Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Herman Hendrik, menyampaikan hal tersebut di sela-sela webinar ”Menyemai Toleransi di Bangku Sekolah”, Jumat (30/4/2021), di Jakarta.

Editor:
Ichwan Susanto
Bagikan