logo Kompas.id
Pendidikan & Kebudayaan”Tiang Negara” yang Sedang Diuji

”Tiang Negara” yang Sedang Diuji

Sebelum pandemi Covid-19, perempuan sudah rentan mengalami kekerasan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Pada masa pandemi, situasi kekerasan semakin meningkat. Beberapa perempuan memilih bungkam meski menderita.

Oleh SONYA HELLEN SINOMBO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/DAHLIA IRAWATI

Mashita (28), warga Desa Pandanlandung, Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (10/4/2020), menjahit masker. Di tengah pandemi Covid-19, Mashita mendapat banyak pesanan masker.

Kekerasan terhadap perempuan hingga kini masih kerap dianggap sebagai isu pinggiran, bukan sesuatu yang serius. Bahkan, meskipun sudah ada Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga sejak 16 tahun lalu, kekerasan dalam rumah tangga tetap saja terjadi, bahkan masih dianggap sebagai ranah privat. Belum lagi, kekerasaan seksual, yang semakin hari semakin canggih modusnya, menghancurkan kehidupan perempuan dan anak-anak.

Kenyataan tersebut menunjukkan, meskipun berbagai kebijakan yang melindungi dan memenuhi hak perempuan—khususnya perempuan korban kekerasan—telah dilahirkan, kekerasan terhadap perempuan secara persisten terus terjadi. Bahkan, jumlah kekerasan terhadap perempuan dalam 20 tahun terakhir terlihat nyata sangat jauh melampaui penyikapan terhadap penanganan dan pemenuhan hak korban.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Ichwan Susanto
Bagikan
Memuat data..