logo Kompas.id
Di Balik BeritaDilumat Ombak hingga Tersesat di Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi

Dilumat Ombak hingga Tersesat di Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi

”Itu di sana so gelap, ayo pulang sudah, sebentar lagi pasti badai,” kata seorang remaja laki-laki yang menemani sang pengemudi kapal cepat yang kami tumpangi pada Oktober 2012. Gelombang tinggi akhirnya melanda kami.

Oleh AGNES SWETTA PANDIA
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/AGNES SWETTA PANDIA

Keelokan Pulau Wayag di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menjadi primandona bagi turis petualang yang ingin menikmati pemandangan indah dari ketinggian sekitar 150 meter dari pantai dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Perjalananan dengan kapal cepat dari Waisai ke Wayag sekitar 3 jam.

”Itu di sana so gelap, ayo pulang sudah, sebentar lagi pasti badai,” kata remaja laki-laki yang menemani sang pengemudi kapal cepat, yang kami tumpangi berlima pada Minggu, 21 Oktober 2012.

Ketika itu saya bersama wartawan Kompas, Ida Setyorini, dan suaminya, Budi Santoso, fotografer lepas Tiar Ing Mbali, serta Raiyani Muharramah untuk kedua kalinya masuk di ”surga” yang berlokasi di Wayag. Wayag, satu dari ribuan gugusan pulau yang ada di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Saat itu sedang berlangsung Festival Raja Ampat 2012.

Editor: Emilius Caesar Alexey
Bagikan
Memuat data..