logo Kompas.id
CerpenPerihal Menyederhanakan Cinta

Perihal Menyederhanakan Cinta

Kami sedang menikmati bulan purnama yang indah di taman belakang rumahku. Bumi menceritakan cerita orang-orang bijak. Kadang aku lelah mendengarnya, karena nyatanya ia tak sebijak yang ia ceritakan.

Oleh Rika
· 2 menit baca

Percayakah kau bahwa suatu hari hujan turun karena alasan sederhana, awan-awan mencair karena panas oleh hati seorang perempuan yang diselubungi cemburu? Orang-orang percaya cemburu itu perlu, cemburu itu bagian paling nyata dalam cinta. Aku lebih percaya pada cinta yang baik, yang tidak ingin ada luka. Adakah cinta dalam hati seseorang jika ia bersikeras untuk lebih menyakitimu ketimbang membuatmu merasa bahagia? Tapi benarkah bahwa cinta selalu menanggung segalanya? Ya segala-galanya. Hati yang luka, tubuh yang luka, kebersamaan yang luka, kenangan yang luka.

Pagi yang basah oleh embun dan burung-burung berlarian di langit bersorak bahagia, aku masih duduk dengan kantong mata tebal meratapi kegilaanku pada lelaki yang mungkin sedang tidur lelap dalam pelukan istrinya. Orang-orang berpikir, apakah aku dapat menanggung kebodohan ini selama sisa hidupku? Aku pun berpikir demikian. Bumi nama lelaki itu. Lelaki yang jika dalam sehari ada delapan puluh enam ribu empat ratus detik, maka namanya mengisi sepertiga dari detik dalam sehari dalam pikiranku, sisanya mungkin aku sedang tidur. Namanya mengambang antara kebencian dan kecintaanku. Begitu tipiskah beda di antara keduanya?

Aku menyesap rokokku dalam-dalam, mungkin ini sudah puluhan batang sekian. Aku duduk mengamati jendela dengan tirai yang masih tertutup di dalam ruangan gelap tanpa cahaya. Aku sedang mengamati kehampaan, pikirku. Pernahkah kau bertemu seseorang dan seketika saja hidupmu seolah hanya berkisar tentangnya. Jika ada laki-laki lain dalam pikiranmu, itu hanya ilusi yang kau ciptakan di balik segala penolakannya terhadap dirimu.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Mohammad Hilmi Faiq
Memuat data..