logo Kompas.id
Analisis PolitikKerusakan Etik Bernegara

Kerusakan Etik Bernegara

Etik didasarkan pada pemikiran tentang hakikat negara, yang pada awalnya (dan pada akhirnya) haruslah tentang warga negara, bukan tentang penguasa.

Oleh
Bivitri Susanti
· 1 menit baca
Bivitri Susanti
DOKUMENTASI PRIBADI BIVITRI SUSANTI

Bivitri Susanti

Mohon maaf lahir dan batin. Susunan kalimat yang sederhana ini adalah pernyataan kerendahan hati yang luar biasa karena ia mendobrak perhitungan salah-benar berdasarkan aturan. Nilai kebajikannya sangat mendasar sehingga sekat agama sering tak penting. Kita semua saling memohon dan memberi maaf pada Idul Fitri. Sayangnya, salah-benar berdasarkan etik tidak dijalankan pada hari-hari lain oleh penyelenggara negara.

Etik berkaitan dengan timbangan-timbangan berdasarkan akal budi manusia yang menuntun perilaku kita. Dalam konteks bernegara, etik lebih mendasar daripada hukum dan aturan main formal yang dibuat dalam ruang-ruang politik, yang bisa tercemar oleh berbagai kepentingan politik kelompok. Etik didasarkan pada pemikiran tentang hakikat negara, yang pada awalnya (dan pada akhirnya) haruslah tentang warga negara, bukan tentang penguasa.

Editor:
ANTONY LEE
Bagikan