logo Kompas.id
TokohYenny Wahid ”Mak Nyos”

Yenny Wahid ”Mak Nyos”

Yenny Wahid tersentuh dengan ”Serat Sastra Gendhing” ciptaan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Isi gending itu penting diresapi sebagai bahan refleksi kehidupan.

Oleh
REGINA RUKMORINI
· 1 menit baca
Yenny Wahid
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Yenny Wahid

Politikus dan aktivitis Nadhlatul Ulama (NU) Yenny Wahid mengaku bukan pencinta gendhing dan tidak mahir melantunkan gending. Namun, ketika diminta untuk memberikan kata sambutan dalam pembukaan pameran ”Mata Air Bangsa-Persembahan untuk Gus Dur dan Buya Syafii Maarif” di OHD Museum, Magelang, Sabtu (30/7/2022), putri kedua Gus Dur tersebut justru membuka kata dengan nggendhing.

Dia melantungkan larik-larik kalimat dari Serat Sastra Gendhing karya Sultan Agung Hanyokrokusumo yang digubah menjadi sebuah lagu dengan fasih dan lancar. Yenny menyukai gending tersebut karena kata-katanya di dalamnya penting untuk diresapi, dan sangat relevan dengan kondisi sekarang.

Editor:
MARIA SUSY BERINDRA
Bagikan