logo Kompas.id
Opini1.700 Triliun untuk Pertahanan

1.700 Triliun untuk Pertahanan

Salah satu hal utama yang paling bermasalah dalam modernisasi alutsista adalah transparansi dan akuntabilitas dalam penganggaran, yang sering kali membuka potensi korupsi.

Oleh
AL ARAF
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/M5Ej92CrXY8chQh8rw_nNy8uc2U=/1024x1059/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F20210621-OPINI-7B-Rp-1700-Triliun-untuk-Pertahanan-_1624286111.jpg
KOMPAS/SUPRIYANTO

Supriyanto

Kementerian Pertahanan sedang merancang anggaran untuk sektor pertahanan dalam rangka modernisasi persenjataan hingga 2024 sebesar sekitar Rp 1.700 triliun. Rencana itu terdapat dalam rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Pertahanan dan Kemanan (alpalhankam) yang sedang disusun Kemhan. Anggaran berasal dari utang luar negeri, rencananya untuk akuisisi alpalhankam, biaya pemeliharaan dan perawatan, biaya bunga selama lima periode renstra, dan dana kontingensi.

Rencana ini menimbulkan polemik dan kontroversi di masyarakat. Ekonom senior Indef, Didik J Rachbini menilai kebutuhan anggaran untuk pertahanan yang mencapai ribuan triliun itu di luar kepantasan. Selain itu, momentumnya juga salah karena Indonesia sedang mengalami krisis Covid-19.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan