logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊNasionalisme Diplomasi Vaksin

Nasionalisme Diplomasi Vaksin

Nasionalisme diplomasi vaksin Indonesia tidak boleh bersandar pada sabda nasionalisme sempit. Perjuangan diplomasi vaksin Indonesia harus bernapaskan sosio-nasionalisme, yaitu nasionalisme vaksin bervisi kemanusiaan.

Oleh
DARMANSJAH DJUMALA
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/bPhXwX9hPJqXeUZZoHyZUcGHybY=/1024x1362/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F04%2F20210405-Opini-6_web_1617628145.jpg

Terbilang setahun sudah pandemi Covid-19 mendera dunia. Ekonomi global melambat. Perdagangan serta pergerakan barang, jasa, dan manusia tersendat. Terjadi disrupsi dalam rantai pasok global. Tak terkecuali dalam alokasi alat kesehatan.

Di awal pandemi, banyak yang khawatir dunia mengalami kelangkaan alat kesehatan (alkes) serius karena kebijakan pelarangan ekspor. Namun, manusia dengan kemuliaan derajatnya selalu mampu mencari celah mengatasi masalah. Tatkala dunia mengalami kelangkaan masker, pabrik tekstil mengalihfungsikan produksinya ke penyediaan masker secara masif. Kini, masker tak lagi menjadi masalah dan sudah menjadi barang umum. Begitu pun alkes lain, seperti alat pelindung diri, respirator, dan ventilator.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan