logo Kompas.id
OpiniArtikel OpiniGus Dur, Pancasila dan Pribumisasi Islam

Gus Dur, Pancasila dan Pribumisasi Islam

Gus Dur menyebut Pancasila sebagai doktrin politik religius. Antara Islam dan Pancasila bukan dua entitas berbeda, melainkan kesatuan nilai yang saling menguatkan.

Oleh SYAIFUL ARIF
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Mural sosok KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur menghiasi kedai kopi di kawasan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (30/5/2020). Sosok Gus Dur yang pernah menjadi Presiden keempat RI akan selalu dikenang dan menjadi bagian dari kisah negeri ini terkait keberagaman, toleransi, serta saling menghormati, khususnya terhadap kaum minoritas.

Ketika propaganda pembenturan Islam dan Pancasila menyeruak pasca-Reformasi. Pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang agama dan dasar negara kembali relevan. Dalam rangka peringatan ke-11 tahun haul (30 Desember 2020) beliau, memahami pemikiran ini menjadi sangat penting.

Dalam sebuah makalah berjudul ”Islam and Pancasila: Development of A Religious Political Doctrine in Indonesia” yang disampaikan di seminar internasional di Seoul, Korea Selatan,  pada 1990. Gus Dur menawarkan perspektif radikal tentang Pancasila sebagai doktrin politik religius bagi bangsa Indonesia.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..