logo Kompas.id
OpiniArtikel Opini”Quo Vadis” Benih Lobster Indonesia

”Quo Vadis” Benih Lobster Indonesia

Melihat fakta, ditengarai ada celah permainan yang menjurus pada terjadinya praktik korupsi dalam pengurusan izin lobster, penetapan kuota ekspor, atau praktik persaingan tidak sehat dan monopoli usaha.

Oleh INDRADJAT SOEHARDOMO
· 1 menit baca

Penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (25/11/2020) dini hari, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi topik pembicaraan hangat di masyarakat.

Menteri, istri, dan sejumlah pihak dari jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan serta swasta dijemput Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setibanya dari kunjungan kerja ke Hawaii, Amerika Serikat. Selanjutnya, rombongan itu langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Menurut penjelasan lembaga antirasuah tersebut, penangkapan Edhy terkait dengan dugaan korupsi ekspor benih lobster.

Dibukanya keran ekspor benih lobster oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster (Panulirus spp), kepiting (Scylla spp), dan rajungan (Portunus spp) di wilayah Indonesia banyak menuai kontroversi dan menimbulkan polemik. Sebagian masyarakat mendukung beleid tersebut, sebagian lagi menolaknya.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohanes Krisnawan
Bagikan
Memuat data..