logo Kompas.id
β€Ί
Opiniβ€ΊMentransformasi Guru

Mentransformasi Guru

Dalam dokumen Rencana Strategis Kemendikbud 2020-2024, saya belum melihat tiga persoalan dasar terelaborasi dengan baik. Publik berharap Nadiem bekerja secara tepat sasaran, bukan sekadar berwacana dan membikin gaduh.

Oleh
Doni Koesoema A
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/R7kr8MJPUsjhN32pJvw0qL8-J2k=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F09%2F26a91c6f-56a6-4a96-8f1f-a0987ab0ca1a_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Antusias siswa kelas I SD Negeri Cipadu 03 saat mengikuti pelajaran di rumah salah seorang siswa di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (1/9/2020). Kegiatan belajar tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan karena kunjungan guru ke rumah siswa.

Guru adalah kunci transformasi pendidikan. Ironisnya, setelah 75 tahun Indonesia merdeka, Kemendikbud belum memiliki desain besar pengembangan guru yang sistematis, efektif, dan berkelanjutan. Desain besar pengembangan guru yang visioner sangat diperlukan.

Kebijakan pengembangan guru saat ini tak sistematis karena belum mengintegrasikan secara komprehensif pendidikan dan pengembangan guru dari hulu ke hilir menjadi sebuah sistem yang kokoh. Program pengembangan guru lebih banyak bersifat menjawab kebutuhan jangka pendek melalui program-program piloting yang sifatnya khusus (elitis) dan tak memberdayakan secara simultan sebagian besar guru yang berada dalam jabatan secara merata dan adil.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan