logo Kompas.id
OpiniHarapan Pengelolaan JKN di 2020

Harapan Pengelolaan JKN di 2020

Di 2020 ini Presiden Jokowi akan memilih panitia seleksi (pansel) pemilihan dewan direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan eriode 2021 – 2026. Maka butuh pansel berkualitas dan independen.

Oleh
Timboel Siregar
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Priyombodo

Inda (36) bersama pasien lainnnya menjalani cuci darah atau hemodialisis di Klinik Hemodialisis Tidore, Cideng, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). BPJS Kesehatan bersama fasilitas kesehatan mitra kerja mengimplementasikan kemudahan layanan bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang rutin menjalani cuci darah melalui pemindai sidik jari atau finger print tanpa perlu membuat surat rujukan kembali. Simplifikasi administrasi dengan finger print ini dimulai sejak 1 Januari 2020.

Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memasuki tahun ketujuh di tahun 2020. Berbagai persoalan akan terus mewarnai pelaksanaan Program JKN, meskipun faktanya telah banyak rakyat Indonesia yang tertolong oleh program ini.

Kunjungan ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama di semester pertama 2019 mencapai 158.482.938 kunjungan, pemanfaatan rawat jalan di rumah sakit (RS) mencapai 35.583.094 kunjungan dan untuk rawat inap sebanyak 4.550.849 kunjungan. Di akhir Agustus 2019, JKN membiayai penyakit katastropik sebesar Rp 15,4 triliun.

Editor:
yohaneskrisnawan
Bagikan