logo Kompas.id
β€Ί
Olahragaβ€ΊPesta Olahraga Rasa Seremoni
Iklan

Pesta Olahraga Rasa Seremoni

PON Papua bukan hanya pesta untuk para atlet, melainkan kesempatan pejabat negara untuk tampil ke publik. Kehadiran para pejabat yang diiringi protokol dan kegiatan seremoni itu justru mengganggu jadwal laga.

Oleh
Adrian Fajriansyah
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/f4xFtwxq_dCDL9Tuix89OQy84Ac=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F7b8ee1f0-57fa-47cb-9a41-49fd14e289a6_jpg.jpg
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Pelompat jauh Bangka Belitung, Nova Aprilia (34), memperbaiki titik startnya seusai kehadiran rombongan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan setelah upacara penyerahan medali lari 5.000 meter PON Papua 2021 di Stadion Atletik Kompleks Olahraga Mimika PT Freeport Indonesia di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (5/10/2021). Sejumlah pejabat negara silih berganti mengunjungi arena pertandingan PON. Kehadiran mereka diiringi protokol dan acara seremoni yang justru mengganggu jadwal perlombaan.

Pekan Olahraga Nasional Papua 2021 ternyata bukan hanya menjadi pesta olahraga para pejuang olahraga se-Indonesia. Ajang ini juga menjadi kesempatan pejabat negara untuk tampil ke publik. Banyaknya pejabat yang datang ke arena justru mengganggu jadwal pertandingan karena menimbulkan acara seremoni yang bertele-tele.

Destiana Adinda (24) sudah bersiap lari untuk melakukan lompatan kedua dalam final lompat jauh putri cabang atletik PON Papua di Stadion Atletik Kompleks Olahraga Mimika PT Freeport Indonesia di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Selasa (5/10/2021) sekitar pukul 09.00 WIT. Namun, tiba-tiba, panitia menyuruh pelompat Jawa Barat itu berhenti dan menyingkir ke pinggir lapangan.

Editor:
Wisnu Aji Dewabrata
Bagikan