logo Kompas.id
OlahragaBerkah Kebebasan Tuchel di...

Berkah Kebebasan Tuchel di Chelsea

Thomas Tuchel menjadi manajer pertama sepanjang sejarah yang mampu melaju ke dua final Liga Champions secara beruntun dengan dua tim berbeda. Namun, tak seperti di Paris, ia kini merasa lebih bebas bersama Chelsea.

Oleh
MUHAMMAD IKHSAN MAHAR
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/38i_RxWUh72QpDVsxnYbxJYAT9Q=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F05%2Fa0b42c6c-2dc8-43d0-b5f9-04395b901d45_jpeg.jpg
AP/Alastair Grant

Ekspresi kegembiraan para pemain Chelsea setelah Mason Mount (tengah) membobol gawang Real Madrid pada laga kedua semifinal Liga Champions Eropa di Stadion Stamford Bridge, London, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB. Chelsea menang 2-0 pada laga itu dan lolos ke final berkat agregat, 3-1, atas Real.

LONDON, KAMIS — Manajer Thomas Tuchel hanya butuh waktu sekitar 3,5 bulan untuk mengubah predikat Chelsea dari tim inkonsisten di Inggris menjadi calon penguasa Eropa. Predikat baru itu diraih Chelsea seusai menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 3-1 pada semifinal Liga Champions Eropa, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB.

”Si Biru” tinggal selangkah untuk meraih trofi yang terakhir kali diraih pada 2012 bersama manajer interim, Roberto Di Matteo. Mereka akan menantang wakil Inggris lainnya, Manchester City, pada final musim ini yang digelar 29 Mei mendatang di Istanbul, Turki.

Editor:
Yulvianus Harjono
Bagikan