logo Kompas.id
NusantaraMalam Natal Kini Sunyi di Langowan

Malam Natal Kini Sunyi di Langowan

Warga harus mengalah jika ingin virus korona segera hilang setidaknya dari Minahasa. Sunyi dan sepi Bethlehem saat Yesus lahir di palungan kini terasa di Minahasa pada hari Natal.

Oleh Kristian Oka Prasetyadi
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/KRISTIAN OKA PRASETYADI

Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Schwarz Sentrum Langowan yang berdampingan dengan Monumen Schwarz di Desa Koyawas, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, ditutup pada Kamis (24/12/2020). Tidak ada gelaran ibadah Natal di gereja yang dibangun pada 1847 itu pada tahun ini berdasarkan imbauan Pemprov Sulut dan Sinode GMIM karena pandemi Covid-19.

Dalam 189 terakhir, baru pada 2020 ada malam Natal lewat dalan sunyi di Langowan. Penduduk salah satu kecamatan di Minahasa, Sulawesi Utara, itu tentu kecewa. Walakin, mereka pun tahu bahwa malam Natal pertama juga berlangsung dalam kesederhaan dan kesunyian.

Kesunyian Natal di Langowan dirasakan antara lain oleh Lusje (49). Biasanya, gereja akan penuh oleh warga yang pulang kampung dari rantau. Jalanan pun padat. Kini, salam Natal kepada orang sekantor pun hanya bus disampaikan lewat telepon. Tidak ada kerabat dari luar Langowan ikut makan di malam dan hari Natal.

Editor: Kris Mada
Bagikan
Memuat data..